
aku berani bertaruh,
para jasad yang sudah sekian puluh tahun akan menangis meronta-ronta
jika diperkenankan oleh-Nya
betapa sakitnya sampai kepada urat-urat yang halus sekalipun
karena hati sudah tak bisa menanggung segala kecewa
aku berani bertaruh,
para jasad itu akan segara keluar jika diperkenankan oleh-Nya
untuk semalam saja segera melakukan kudeta
mereka keluar dengan air mata darah dan teriakan perih yang menganga memamerkan luka terdalam
‘KUDETA! KUDETA!’, teriak jasad-jasad pucat itu dengan keberanian segagah gunung-gunung yang menjulang tinggi di penjuru negeri
‘KUDETA! KUDETA!’, jasad-jasad bergegas sigap, sepakat bulat menyelamatkan ini bangsa
jasad-jasad itu tapi cuma terkulai
marahnya mereka titipkan pada letupan gunung
air mata mereka titipkan pada banjirnya sungai
‘Jangan dijual, nak! Negeri ini punya kita!’
pinta mereka yang dititipkan pada angin yang meniup lembut paras generasi yang masih hidup,
berharap tak pekak telinga orang-orang yang menerima kemerdekaan dengan cepat saji.
tapi aku tak perlu bertaruh untuk air mata yang sudah mengalir sederas aliran sungai, itu sudah ada… sekarang. Sejak singkong bukan jadi makanan kegemaran lagi.
*dibuat dengan sedih (sekali) ketika mendengar orang-orang bercakap-cakap tentang aset-aset negara yang dijual… :’-(*
like this ceu….
turut berduka untuk negeri ini n ikut mengutuk oknum2 yg seenaknya aja jual negara …..
makasih ceu, semoga besok-besok kita bisa jualan yang lebih menguntungkan kita yaaa!