Pesta Para Supporter (Hidup Timnas Indonesia!)

suami saya 'ebit' saat mendukung timnas Indonesia ketika melawan Filipina di GBK 20 Desember, gembira sekali! :D

Saya bukan orang yang gemar menonton pertandingan sepakbola. Sama sekali tidak. Justru sebal jika televisi di rumah dimonopoli oleh pertandingan bola. Bahkan saya tidak mengerti mengapa beberapa teman wanita saya begitu ‘nge-fans’ dengan pemain bola.
(Saya sendiri sudah saklek ‘nge-fans’ sama rocker soalnya :p )

Pertandingan piala AFF ini begitu menyita perhatian orang banyak. Mayoritas status di Facebookpun saya lihat berisi tentang pertandingan bola, bola dan bola. Gol satu kali, update status. Ada pergerakan sedikit -baik kecurangan atau yang lain yang saya tidak paham-, kembali ‘update status’.

Kemudian saya sendiri pada akhirnya terseret euphoria pertandingan piala AFF kali ini. Kata-kata timnas dan nama-nama yang sebelumnya tidak saya kenal seperti; Markus, Bachdim, Bepe, Gonzales mendadak akrab di telinga saya.

Sekali waktu saat pertandingan final leg pertama di Bukit Jalil, Malaysia berlangsung, saya melihat status Facebook saudara dan teman-teman saya yang memprotes tindakan supporter negara tetangga kita yang mengesalkan.

Saya pun kemudian duduk di depan televisi mengikuti jalannya pertandingan. Sejak menyimak beberapa pertandingan yang sudah berlalu, saya berharap timnas Indonesia akan memenangkan setiap pertandingan hinggal final nanti. Pada pertandingan di Bukit Jalil pun saya sangat yakin Indonesia akan menang.

Dugaan saya meleset!. Timnas dikalahkan dengan skor 3-0. Benar-benar meleset. Saya cukup sedih juga, emosi saya mulai terlibat sepertinya :p .

Hal yang mengecewakan buat saya bukan hanya pertandingan ini dimenangkan oleh pihak lawan, namun saya melihat di layar kaca beberapa supporter yang (mungkin sekali) merasa kecewa satu persatu mulai beranjak meninggalkan tempat duduknya. Dalam hati saya berkata,’bukan begitu, seharusnya bukan begitu…’.

Kekompakan rakyat Indonesia saat mendukung timnas pada piala AFF kali ini benar-benar menbuat saya takjub. Saya sendiri ‘ngarep’ kekompakan ini akan awet untuk hal-hal lainnya guna kemajuan bangsa Indonesia (kalimat saya mulai seperti yang ditulis dalam buku-buku pelajaran sosial itu ya :p).

Tapi ternyata harapan sayapun tak bisa bertahan lama ketika melihat para supporter meninggalkan tempat duduknya saat timnas kalah di Bukit Jalil, padahal pertandingan belum benar-benar usai. Bukan begitu menurut saya seharusnya sikap para supporter.

Saya pikir para pemain timnas tentunya sangat terbebani dengan euphoria dan harapan yang tinggi dari orang banyak, lalu mereka tentunya terganggu dengan sikap supporter negara tetangga itu. Saya tidak mau sok tahu, tapi bisa jadi personil timnas merasa kecewa ketika supporter tidak lagi mendukung mereka untuk terus bersemangat saat sudah tertinggal skor di Bukit Jalil.

Seharusnya para supporter tetap tinggal di tempat,bersemangat menyemangati timnas semeriah mungkin, berapapun skornya!. Tetap di tempat sampai pertandingan benar-benar usai. Terus menyemangati timnas saat trtinggal skor sekalipun. Begitu menurut saya seharusnya kalau memang setia dengan timnas, kalau memang berniat mendukung timnas.

Seperti yang dikatan E.S. Ito dalam blognya, sepakbola harusnya memang menjadi kegembiraan. Jadi saya pikir tak usahlah ditiru sikap menyebalkan supporter negara tetangga kita. Supporter kita, supporter bangsa yang besar, yang dulu (dan mudah-mudahan masih) bercita-cita menjadi bangsa yang bermartabat. Saya tak pungkiri pembalasan mungkin memang menyenangkan. Tapi sekali membalas dengan cara yang sama menyebalkannya saya rasa belum tentu akan puas. Malah membuang-buang energi yang harusnya bisa digunakan untuk hal-hal penting lainnya.

Saya sendiri tersenyum melihat seorang customer yang saya layani di kantor hari ini datang dengan mengenakan jaket berwarna dominan merah dengan lambang Burung Garuda di dada kiri. Dia bersenandung lagu Garuda di Dadaku yang tengah sering dinyanyikan. Pada bait ‘kuyakin hari ini pasti menang’ dirubahnya menjadi ‘kuyakin kalah menang pasti senang’. Betapa hebatnya sikap positif yang dia pancarkan.

Saya kira saya sudah menemukan salah satu supporter sejati timnas Indonesia, seorang kurir sebuah forwarder bernama Herry Firmansyah. Betapa senang saya mendengar bait lagu yang dia nyanyikan. Saya rasakan kegembiraan yang dikatakan E.S ITO dalam bait itu.

Beberapa jam lagi pertandingan akan dimulai. Mari semua mendukung sepenuh hati tim kebanggan negeri ini. Diam di tempat dan berharap yang terbaik sampai pertandingan benar-benar usai. Mari semua, mari bergembira bersama! Dukung tim negeri kita! :D

2 Comments

Filed under Ngalor Ngidul

2 Responses to Pesta Para Supporter (Hidup Timnas Indonesia!)

  1. achie

    i’m not a bigfans of soccer too…. tapi somehow untuk yg satu ini, semangat bangeeet nontonnya ceu. mungkin bukan karena bolanya tapi lebih karena perasaan nasionalis nya kali ya (saaah…..gaya deh lu : p)
    btw, INDONESIA MENANG KO…. cuman KALI INI ga jadi juara aja : D
    menang dari skor 2-1, dan menang karena terbukti waktu tanding di GBK, ga ada itu yg namanya laser, petasan. sportif !!!
    MERDEKA !!! lah ceu pokona….
    kalo kata Daniel Mananta DAMN I Love Indonesia !! : D

  2. trianifa

    iyaaaa :D , btw tapi sempet tuh kemaren gue liat ada laser warna oranye kalo gak salah, ke muka si kiper Malaysia. Tapi sebentar sih :p

    Makasih buat komennya ya mama Aci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s