Rindu Kampung (dimana pucuk padi menari)


Jalan mengelok ke kanan menuju kampung seketika terbayang di mataku
Kampung tempat sejarah keluarga dimulai jauh bertahun lalu
Kampung dimana pucuk padi menari indah gemulai,
teriring angin sejuk membelai
dikelilingi bukit tinggi tak semampai

Bau anginnya kuhirup dalam bayang,
Ah aku rindu kampung halaman
Terbayang kelokan jalan,
Terbayang nenenda,
Nenenda Khadijah

Apa kabar nenenda sayang?
Semoga sehat…
semoga sehat nenenda,
Kupeluk cium dari sini

Ah… perasaan ini begitu sentimentil, nenenda

Aku rindu nenenda..
Rindu nenenda Khadijah
Rindu kampung halaman
dimana pucuk padi menari lemah gemulai

Leave a Comment

Filed under Ngalor Ngidul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s